<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>R3ZKY M4UL4N4</title>
	<atom:link href="http://rezky007.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rezky007.wordpress.com</link>
	<description>SMK N 2 PURWOKERTO</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Mar 2008 06:57:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rezky007.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>R3ZKY M4UL4N4</title>
		<link>http://rezky007.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rezky007.wordpress.com/osd.xml" title="R3ZKY M4UL4N4" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rezky007.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Potensi Alam Daerah Jambi</title>
		<link>http://rezky007.wordpress.com/2008/03/01/potensi-alam-daerah-jambi/</link>
		<comments>http://rezky007.wordpress.com/2008/03/01/potensi-alam-daerah-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 03:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezky007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezky007.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[» HASIL HUTAN NON KAYU Faktor yang mendukung : Potensi tumbuhan berkhasiat obat-obatan di Cagar Biosfer Bukit Dua Belas terdapat + 68 jenis (sebagai ilustrasi di Taman Nasional M. Betiri Jatim terdapat + 320 jenis. Banyak jenis hasil hutan yang dapat diusahakan antara lain : rotan, getah-getahan dan obat-obatan jadi alamnya (tanah, iklim, curah hujan) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=19&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-21" href="http://rezky007.wordpress.com/2008/03/01/potensi-alam-daerah-jambi/21/" title="candi-muarojambi.gif"><img src="http://rezky007.files.wordpress.com/2008/03/candi-muarojambi.thumbnail.gif?w=460" alt="candi-muarojambi.gif" /></a><font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>HASIL HUTAN NON KAYU</b></u><br />
Faktor yang mendukung :</p>
<ul>
<li>Potensi tumbuhan berkhasiat obat-obatan di Cagar Biosfer Bukit Dua Belas terdapat + 68 jenis (sebagai ilustrasi di Taman Nasional M. Betiri Jatim terdapat + 320 jenis.</li>
<li>Banyak jenis hasil hutan yang dapat diusahakan antara lain : rotan, getah-getahan dan obat-obatan jadi alamnya (tanah, iklim, curah hujan) mendukung / cocok untuk tummbuh rotan, jelutung (getah jelutung) dan tanaman obat-obatan.</li>
<p><span id="more-19"></span><a href="http://rezky007.files.wordpress.com/2008/03/candi-muarojambi.gif" title="candi-muarojambi.gif"></a><a href="http://rezky007.files.wordpress.com/2008/03/candi-muarojambi.gif" title="candi-muarojambi.gif"></a><a rel="attachment wp-att-20" href="http://rezky007.wordpress.com/2008/03/01/potensi-alam-daerah-jambi/20/" title="candi-muarojambi.gif"></a></p>
<li>Jumlah Ijin Produsen / pengumpul
<ul>
<li>Arang = 8 ijin</li>
<li>Getah-getahan = 13 ijin</li>
<li>Rotan = 19 ijin</li>
</ul>
</li>
<li>Potensi cukup tinggi, realisasi produksi tahun 1997/1998
<ul>
<li>Arang = 545 ton</li>
<li>Getah-getahan = 1.097,73 ton</li>
<li>Rotan ukuran besar = 809.454 batang</li>
<li>Rotan ukuran kecil = 630,654 ton</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang untuk pengembangan :<br />
Dapat dikembangkan industri furniture dan industri alat-alat rumah tangga dengan memanfaatkan potensi rotan yang ada dan budidaya rotan serta dapat pula dikembangkan industri kimia, industri kosmetik, industri cat dengan memanfaatkan potensi getah dan potensi tanaman obat yang cukup tinggi setiap tahunnya.</li>
</ul>
<p><font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>LUAS AREAL UNTUK KEGIATAN PERKEBUNAN / AGRO FORESTRY</b></u><br />
Faktor yang mendukung :</p>
<ul>
<li>Luas hutan yang sudah lepas untuk perkebunan + 326.650,78 Ha.</li>
<li>Realisasi pembangunan kebun mencapai + 60% (seluas + 195.490 Ha). Sisa areal (belum dimanfaatkan) seluas + 130.660 Ha (+ 40%)</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang untuk pengembangan :
<ul>
<li>Dapat dikembangkan industri pengolahan yang mengolah 60% hasil kebun antara lain kelapa sawit, kopi, kayu manis, kelapa hibrida, dll.</li>
<li>Masih memungkinkan pengembangan tanaman perkebunan.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN INDUSTRI</b></u><br />
Faktor yang mendukung :</p>
<ul>
<li>Adanya rencana untuk mengaudit dan meredesign ke tiga jenis HPH dan HPHTI di atas dengan maksud agar areal itu dapat dimanfaatkan secara optimal.</li>
<li>Hasil redesign antara lain:
<ul>
<li>Pada areal yang masih terdapat tegakan tinggal antara lain : Shrorea SP (meranti Sp) akan diperkaya dengan jenis tanaman serupa untuk suplai bahan baku face / back industri plywood.</li>
<li>Pada areal yang telah ditinggali sehingga berupa semak belukar akan ditanami dengan jenis tanaman cepat tumbuh (fast growing species) dengan maksud pada akhirnya dapat mensuplai bahan baku core industri plywood.</li>
</ul>
</li>
<li>Tersedianya areal eks HPH dan areal HPH serta HPHTI yang masih aktif cukup luas.</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang untuk pengembangan :
<ul>
<li>Dalam membangun HTI selain diharapkan menghasilkan kayu juga sekaligus menghasilkan O2 dan menyerap Carbon.</li>
<li>Dapat dikembangkan pembangunan Hutan Tanaman Industri pada areal setelah diredesign dimaksud.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>PENGEMBANGAN INDUSTRI KAYU HILIR</b></u><br />
Menurut statistik yang ada (yang bersumber di Kanwil Departemen Perindustrian dan Perdagangan) kayu olahan (sawn timber) yang diangkut keluar Jambi (antar Propinsi / Pulau) + 200.000 M3 / tahun, sedangkan kayu berupa moulding / wood working 50.000 M3 / tahun. Dengan demikian masih ada peluang di Propinsi Jambi untuk membangun industri kayu lanjutan (hilir) berupa wood working / moulding untuk mengolah kayu olahan (sawn timber) sebanyak + 200.000 M3 / tahun tersebut.<br />
<font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>PENGEMBANGAN POTENSI AIR MINUM / MINERAL ALAMI</b></u><br />
Faktor yang mendukung :</p>
<ul>
<li>Konsumsi masyarakat terhadap air mineral sangat tinggi dan cenderung meningkat.</li>
<li>Propinsi Jambi, khususnya Kabupaten Merangin dan Kerinci banyak mamiliki sumber air alami yang sangat potensial untuk diproduksi sebagai air minum / mineral dalam kemasan.</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang untuk pengembangan :<br />
Dapat dikembangkan menjadi industri air minum alami dengan memanfaatkan sumber air dari mata air alami yang banyak terdapat di Kabupaten Merangin dan Kerinci.</li>
</ul>
<p><font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT-OBATAN YANG BERASAL DARI HUTAN</b></u><br />
Faktor yang mendukung</p>
<ul>
<li>Dari hasil penelitian di Taman Nasional Bukit Dua Belas ditemukan medika biotik 137 jenis yang terdiri dari 101 jenis tumbuhan obat, 27 jenis cendawan obat dan 9 jenis hewan obat yang dimanfaatkan oleh suku anak dalam.</li>
<li>Ke-10 jenis tanaman obat itu mempunyai khasiat antara lain : obat demam, tonikum, perut kembung, malaria, penurun panas, reumatik, obat cacing, obat kuat, dsb.</li>
<li>Keberadaam jenis flora pada hutan konservasi masih terjamin.</li>
<li>Keragaman jenis flora mulai dari pegunungan sampai ke dataran rendah sangat tinggi.</li>
<li>Telah ditemukan 10 jenis tanaman obat-obatan di Taman Nasional Bukit Dua Belas yang terletak di Kabupatem Batanghari dan Sarolangun antara lain : pulai, pinang, pasakbumi, petaling, kemenyan hitam, akar kunyit, dll.</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang untuk pengembangan :
<ul>
<li>Dapat dikembangkan industri farmasi dengan memanfaatkan potensi tanaman obat, cendawan obat dan hewan obat yang berlimpah</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>PENGOLAHAN LANJUTAN LIMBAH KAYU</b></u><br />
Faktor yang mendukung :</p>
<ul>
<li>Potensi limbah pembalakan dari HPH dan dari limbah Industri Pengolahan Kayu Hulu (IPKH) cukup tinggi setiap tahun masing-masing secara berurutan 500.000 M3 dan 450.000 M3.</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang untuk pengembangan :
<ul>
<li>Dan dapat pula dikembangkan industri perkayuan antara lain : panel kayu, energi biomasa, untuk pakan ternak dan ruminansia, dan produk kimia organik.</li>
<li>Dapat dikembangkan industri pengolahan ilmiah antara lain industri MDF, pengrajin kayu, termasuk mainan anak-anak dan souvenir, industri batu bata / genteng dan arang kayu / briket arang.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>PENGRAJIN MEBEL TRADISIONAL</b></u><br />
Faktor yang mendukung :</p>
<ul>
<li>Produknya yang unik (antik), ukiran alami dapat dikembangkan sebagai produk khas Jambi.</li>
<li>Jenis produk yang beragam : kursi, meja, asbak, ikan, dll)</li>
<li>Sumber daya manusianya telah profesional.</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang untuk pengembangan :<br />
Dapat dikembangkan indistri mebel / furniture dengan memanfaatkan tenaga yang profesional dan jenis kayu yang indah seperti tembesu, rengas, kempas, dll. Setelah pengrajin kayu dari Jambi belajar di Yogyakarta dan manfaatkan limbah kayu yang ada di Jambi ternyata dapat memproduksi segala bentuk souvenir dari kayu dan Jambi ke depan akan menjadi pusat kerajinan kayu.</li>
</ul>
<p><font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>POTENSI HUTAN UNTUK PERDAGANGAN KARBON</b></u><br />
Faktor yang mendukung :</p>
<ul>
<li>Ada 8 unit HTI yang pengelolaannya tidak sungguh-sungguh seluas 101.860 Ha.</li>
<li>Kawasan hutan di Propinsi Jambi masih dominan (42,73%) dari luas daratan (5,1 juta Ha) = 2.179.000 Ha.</li>
<li>Potensi pengikatan karbon cukup besar terutama tersimpan pada :
<ul>
<li>Hutan Lindung 191.130 Ha.</li>
<li>Hutan Pelestarian Alam 648.720 Ha.</li>
<li>Hutan Suaka Alam 30.400 Ha.</li>
</ul>
</li>
<li>Sedangkan potensi karbon pada hutan produksi yang dikelola dengan menggunakan sistem silvikultur TPTI sedang diteliti oleh FMIPA-IPB bekerja sama dengan Departemen Kehutanan di Kabupaten Batanghari.</li>
<li>Untuk selanjutnya kegiatan perdagangan karbon akan dikembangkan pada 7 eks areal HPH seluas 463.649 Ha dan ditambah areal HPH PT. INHUTANI V.</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang untuk pengembangan :<br />
Mempunyai potensi untuk mendapatkan dana sebagai hasil dari perdagangan karbon karena masih terdapat hutan yang masih utuh dan hutan bekas tebangan serta areal HTI yang kurang berhasil.</li>
</ul>
<p><font size="3" color="#ff9900"><b>» </b></font><u><b>POTENSI KAYU KARET TUA DAPAT DIKEMBANGKAN MENJADI INDUSTRI FURNITURE DAN INDUSTRI MDF</b></u><br />
Faktor yang mendukung :</p>
<ul>
<li>Akan meningkatkan nilai tambah (added value) dan meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan.</li>
<li>Kayu karet dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan.</li>
<li>Luas kebun karet tua diperkirakan &gt; 10.000 Ha.</li>
<li>Potensi kayu karet tua cukup tinggi.</li>
<li>Tersebar di berbagai wilayah.</li>
</ul>
<ul>
<li>Peluang untuk pengembangan :<br />
Dapat dikembangkan industri perkayuan memanfaatkan hasil karet tua yang diperkirakan lebih dari 10.000 Ha dengan jenis produksi antara lain vineer, moulding, paneling, papan lebar, papan artikel, mebel (meja, kursi, almari) dan sisanya untuk MDF.</li>
</ul>
<p>Daftar Pustaka : http://www.pempropjambi.go.id/content.php?page=potensi-daerah.php</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rezky007.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rezky007.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezky007.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezky007.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezky007.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezky007.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezky007.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezky007.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezky007.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezky007.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezky007.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezky007.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezky007.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezky007.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezky007.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezky007.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=19&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezky007.wordpress.com/2008/03/01/potensi-alam-daerah-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/638e169a150b35ff79bcb04d675a5cce?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rezky007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezky007.files.wordpress.com/2008/03/candi-muarojambi.thumbnail.gif" medium="image">
			<media:title type="html">candi-muarojambi.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kliping-Kliping 2007</title>
		<link>http://rezky007.wordpress.com/2008/02/23/kliping-kliping-2007/</link>
		<comments>http://rezky007.wordpress.com/2008/02/23/kliping-kliping-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 03:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezky007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezky007.wordpress.com/2008/02/23/kliping-kliping-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Waria Minta Perlakuan Diskriminatif Dihapus Koran Tempo, Sabtu, 15 Desember 2007 JAKARTA &#8211; Pemerintah diminta memberikan kesempatan kerja di sektor formal bagi kelompok waria di Indonesia. Selama ini kesempatan kerja bagi mereka masih terbatas dan kelompok waria selalu mendapat perlakuan diskriminatif saat akan bekerja di sektor formal. Aktivitas Unjuk Rasa Protes Perda Tibum Warta Kota, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=13&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table align="center" border="0" cellspacing="5" width="600">
<tr>
<td colspan="4">
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071215kortempo_luncurbuku.html"><b>Waria Minta Perlakuan Diskriminatif Dihapus</b></a><br />
<i>Koran Tempo, Sabtu, 15 Desember 2007</i><br />
JAKARTA &#8211; Pemerintah diminta memberikan kesempatan kerja di sektor formal bagi kelompok waria di Indonesia. Selama ini kesempatan kerja bagi mereka masih terbatas dan kelompok waria selalu mendapat perlakuan diskriminatif saat akan bekerja di sektor formal.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071211wartakota_hariham.html"><b>Aktivitas Unjuk Rasa Protes Perda Tibum</b></a><br />
<i>Warta Kota, Selasa, 11 Desember 2007</i><br />
Balai Kota, Warta Kota Ratusan aktivis yang tergabung dalam Komite Rakyat Bangkit Melawan (Korban) menggelar unjuk rasa memeringati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia dengan berpawai ke seputaran Monas. Saat berada di depan Balai Kota DKI, para aktivis itu mengkritisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum yang dianggap melanggar HAM.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071211rakmerd_kasus_ely.jpg"><b>Perda Tibum Melanggar HAM</b></a><br />
<i>Rakyat Merdeka, Selasa, 11 Desember 2007</i><br />
Jakarta, RM &#8211; Aksi unjuk rasa menolak Perda Ketertiban Umum (Tibum) kembali digelar berbagai aliansi warga miskin di depan Balaikota, Jakarta, kemarin. Kali ini, unjuk rasa digelar oleh elemen yang tergabung dalam Komite Rakyat Bangkit Melawan (KORBAN).<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071211poskota_hariham.html"><b>‘Kami juga Manusia’</b></a><br />
<i>Pos Kota, Selasa, 11 Desember 2007</i><br />
GAMBIR (Pos Kota) &#8211; Ribuan orang yang tergabung dalam Komite Rakyat Bangkit Melawan (KORBAN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Senin (10/12). Mereka long march dari Bundaran HI. Demo dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional ini, mengkibatkan kemacetan parah di Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, dan Medan Merdeka Selatan.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071211nonstop_hariham.html"><b>Perda Tibum Digoyang Lagi</b></a><br />
<i>Non Stop Jakarta, Selasa, 11 Desember 2007</i><span id="more-13"></span><br />
NONSTOP, TIBUM-Perda Ketertiban Umum (Tibum) kembali digoyang massa yang menilainya melanggar HAM. Mereka terdiri dari kaum ibu, waria, dan anak-anak yang jumlahnya 100 orang lebih. Demontrasi ini digelar di depan Balaikota, Jl Medan Merdaka Selatan, Jakarta, Senin (10/12), oleh Korban Komite Rakyat Bangkit Melawan.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071211investor_hariham.html"><b>Tuntut Penuntasan Kasus HAM</b></a><br />
<i>Investor Daily , Selasa, 11 Desember 2007	</i><br />
Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat berunjuk rasa menuntut penuntasan sejumlah kasus kemanusiaan saat memperingati Hari Hak Azasi Manusia (HAM) di Jakarta, Senin (10/12). Dalam orasinya, saat ini pemerintah masih tumpul menciptakan terobosan pemnuhan HAM. Berbagai kejahatan masa lalu hingga kini banyak yang belum tuntas. Di sisi lain, korban pelanggaran HAM seolah menjadi terasing di tengah tuntutan keadilan.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.kompas.com/ver1/Hiburan/0712/10/185423.htm" target="_blank"><b>Winky Wiryawan Geli Dicium Lelaki</b></a><br />
<i>Kompas, Senin, 10 Desember 2007</i><br />
BANDUNG, KCM &#8211; Ini bukan gosip: Winky Wiryawan, DJ yang juga main film, pernah berciuman dengan sesama lelaki. Bahkan, akunya, ia sampai merinding dibuatnya.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071207pikirakyat_kasus_eli.html"><b>Waria Tewas Diceburkan ke Kali</b></a><br />
<i>Pikiran Rakyat, Jumat, 7 Desember 2007</i><br />
JAKARTA &#8211; Puluhan waria menuntut pembubaran Satpol PP DW Jakarta. Beberapa orang oknum Satpol PP, mereka tuding terlibat dalam tindak penyerangan hingga menyebabkan tewasnya seorang waria tiga pekan silam.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071207lampumerah_kasus_elly.html"><b>Waria Nongkrongin Balaikota DKI</b></a><br />
<i>Lampu Merah, Jumat, 7 Desember 2007</i><br />
JAKARTA PUSAT &#8211; Belasan aktivis perkumpulan waria yang berasal dari Arus Pelangi, hari Rabu (5/12) kemarin mendatangi kantor Balaikota DKI Jakarta, sambil membawa keranda warna hitam. Mereka memprotes Pemprov DKI Jakarta yang dinilai tidak serius menangani kasus tewasnya waria yang disebabkan oleh kekerasan yang diduga dilakukan aparat satpol PP saat melakukan penertiban.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206suarap_kasus_elly.html"><b>Demo Waria</b></a><br />
<i>Suara Pembaruan, Kamis, 6 Desember 2007	</i><br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206sentana_kasus_elly.html"><b>Rekan Tuntut Pemprov DKI Tertibkan Satpol</b></a><br />
<i>Sentana, Kamis, 6 Desember 2007</i><br />
Jakarta, SENTANA &#8211; Puluhan waria menuntut pembubaran Satpol PP DKI Jakarta. Beberapa orang oknum Satpol PP mereka tuding terlibat dalam tindak penyerangan hingga menyebabkan tewasnya seorang waria tiga pekan silam.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206republika_kasus_elly.html"><b>Keluarga Korban Tuntut Pemprov DKI Minta Maaf</b></a><br />
<i>Republika, Kamis, 6 Desember 2007</i><br />
JAKARTA Sejumlah waria berunjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta,&#8221; kemarin (5/12). Mereka menuntut Pemprov DKI meminta maaf pada keluarga Elly Susanna alias Sayep yang tewas dalam razia PSK di Taman Lawang oleh Satpol PP pertengahan bulan lalu.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206rakyatmer_kasus_elly.html"><b>Operasi Petugas Tramtib DKI Makan Korban</b></a><br />
<i>Rakyat  Merdeka, Kamis, 6 Desember 2007</i><br />
Seorang waria bernama Ely diduga tewas setelah dilempar oleh petugas Tramtib DKI Jakarta ke Kali Ciliwung, saat operasi penertiban pada November 2007.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206poskota_kasus_elly.html"><b>&#8216;Bubarkan Satpol PP&#8217;</b></a><br />
<i>Pos Kota, Kamis, 6 Desember 2007</i><br />
GAMBIR (Pos Kota) &#8211; Puluhan warga di antaranya kaum waria tergabung Kelompok Arus Pelangi mendatangi Balaikota Pemda DKI, Rabu (5/12). Mereka memprotes karena salah satu rekan mereka diduga tewas diceburkan anggota Tramtib dan Linmas DKI.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206nonstop_kasus_elly.html"><b>Disuruh Untuk Minta Maaf</b></a><br />
<i>Non Stop, Kamis, 6 Desember 2007</i><br />
NONSTOP, WARIA &#8211; Kemarin, belasan wana berunjuk rasa di depan kantor Gubernur. Mereka membawa poster-poster kecil yang salah satunya bertuliskan: &#8220;Usut tuntas kematian Eli&#8221;, &#8220;Jangan lakukan tindak kekerasan&#8221;.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206mediaindo_kasus_elly.html"><b>Teman Tewas saat Razia, Waria Demo</b></a><br />
<i>Media  Indonesia, Kamis, 6 Desember 2007</i><br />
Puluhan pria setengah wanita alias waria yang tergabung dalam komunitas Arus Pelangi mendemo Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206kortempo_kasus_elly.html"><b>Waria Desak Fauzi Bowo Minta Maaf</b></a><br />
<i>Koran Tempo, Kamis, 6 Desember 2007 </i><br />
JAKARTA &#8211; Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo didesak meminta maaf atas kekerasan yang dilakukan anggota Satuan Polisi Pamong Praja terhadap almarhum Elly Susana.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206kontan_kasus_elly.html"><b>Waria Tuntut Pembubaran Satpol Pamong Praja</b></a><br />
<i>Harian Kontan, Kamis, 6 Desember 2007</i><br />
DKI &#8211; Kemarin, puluhan waria dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Arus Pelangi melakukan aksi demonstrasi. Mereka menuntut permintaan maaf dari Gubernur DKI Jakarta serta pembubaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206berikota_kasus_elly.html"><b>Soal Kematian Susanti Waria Meradang</b></a><br />
<i>Berita Kota, Kamis, 6 Desember 2007</i><br />
Kematian waria bernama Susanti alias Sayep (46) di Kali Ciliwung memojokkan Satpol PP DKI.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071121suarap_hariwaria.html"><b>Waria Berunjuk Rasa</b></a><br />
<i>Suara Pembaruan, Rabu, 21 November 2007	</i><br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071121poskota_hariwaria.html"><b>&#8216;Kami Juga Punya Keinginan Seks&#8217;</b></a><br />
<i>Pos Kota, Rabu, 21 November 2007</i><br />
JAKARTA (Pos Kota) &#8211; Sejumlah pengendara yang melintasi di Budaran HI, kemarin sepertinya mendapat hiburan gratis. Tak sedikit di antara mereka tersenyum dan menatap nakal terhadap puluhan waria yang menggelar demo di sana.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071206nonstop_kasus_elly.html"><b>Waria Juga Minta dihargai</b></a><br />
<i>Non Stop , Rabu, 21 November 2007</i><br />
NONSTOP, WARIA &#8211; Puluhan kaum waria dan gay berdemo di bundaran HI, Selasa (20/11). Mereka meminta kepada SBY untuk menghargai kaum yang dianggap terpinggirkan. Konkretnya, mereka menginginkan agar pemerintah menghapus produk undang-undang yang diskriminatif.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071121indopos_hariwaria.html"><b>Kaum Waria Tuntut Kesetaraan</b></a><br />
<i>Indo Pos, Rabu, 21 November 2007</i><br />
JAKARTA &#8211; Demonstrasi yang terjadi di Bundaran Hotel Indonesia tampak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Sejumlah waria yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Transgender melakukan aksi damai tepat pada Hari Transgender Internasional, kemarin.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071121berikota_hariwaria.html"><b>Kaum Transgender Tuntut Persamaan Hak</b></a><br />
<i>Berita Kota, Rabu, 21 November 2007 </i><br />
Jakarta, BK – Suasana Bundaran Hotel Indonesia di Jl. Thamrin, Selasa (20/11) siang mendadak riuh. Sejumlah pria gemulai kerumun di sana.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071121pelita_kasus_elly.html"><b>Tramtib Datang Nyawa Waria Melayang</b></a><br />
<i>Pelita, Rabu, 21 November 2007</i><br />
MUNGKIN terlalu berlebihan kalau dibilang Tramtib datang nyawa seorang waria melayang. Tapi itulah kenyataan yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pekan lalu.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/11/20/brk,20071120-111908,id.html" target="_blank"><b>200 Waria Aksi Damai di Bundaran Hotel Indonesia</b></a><br />
<i>TEMPO Interaktif, Selasa, 20 November 2007</i><br />
Sekitar 200 orang waria dan kelompok lintas gender akan menggelar aksi damai di bundaran Hotel Indonesia, pukul 12.00 siang ini. Mereka memperingati 9 tahun hari transgender internasional.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071119wartako_kasus_elly.html"><b>Lari dari Tramtib, Waria Tenggelam</b></a><br />
<i>Warta Kota, Senin, 19 November 2007</i><br />
Menteng, Warta Kota &#8211; Demi menghindari kejaran petugas Tramtib Jakarta Pusat, seorang waria bernama Elly Susanna alias Sayep (58) nekat menceburkan diri ke Kali Ciliwung, di Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11) pukul 21.30. Namun warga Jalan Kramat Sentiong RT 11/08, Senen, Jakarta Pusat itu tidak bisa berenang sehingga tewas tenggelam.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=41132&amp;ik=3" target="_blank"><b>Lolos dari kejaran trantib waria tewas tenggelam</b></a><br />
<i>Pos Kota, Senin, 19 November 2007</i><br />
GAMBIR (Pos Kota) &#8211; Nasib waria satu ini mengenaskan. Panik lantaran dikejar-kejar petugas trantib, dia nekat nyemplung ke kali Banjir Kanal, Jl Latuharhary, Jakpus, Sabtu (17/11) malam. Esoknya tubuh pemilik salon ini ditemukan mengambang sudah menjadi mayat.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071119indopos_kasus_elly.html"><b>Waria Tewas Tenggelam saat Operasi Trantib</b></a><br />
<i>Indo Pos, Senin, 19 November  2007</i><br />
NASIB naas harus dialami seorang waria bernama Elly Susanna, 48. Warga Kramat Sentiong RT 11/8 No E 43 A, Jakarta Pusat, tewas tenggelam karena berusaha kabur dari kejaran petugas trantib, Sabtu (17/11) malam lalu.<br />
<hr /> 	<a href="http://jcsc-indonesia.blogspot.com/2007/10/kasus-penganiayaan-alm-irfan-maulana.html" target="_blank"><b>Kasus Penganiayaan Alm. Irfan Maulana Belum Ada Kejelasan</b></a><br />
<i>JCSC, 8 Oktober 2007</i><br />
Tanggal 8 Januari 2007 yang lalu, Irfan Maulana (14), Joki 3 in 1, dianiaya oleh petugas Polisi Pamong Praja (Pol. PP) hingga wafat di jalan Pakubuwono IV kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan ketika Pol. PP melakukan penertiban para Joki 3 in 1. Kondisi alm. Irfan adalah gambaran kondisi anak-anak miskin yang tidak mendapatkan perlindungan hak-haknya oleh Negara. Anak-anak miskin dipaksa mencari uang untuk memenuhi kebutuhan mereka dan keluarganya, dibiarkan berhadapan dengan konflik yang begitu keras saat mereka bekerja, termasuk ditangkapi bahkan dibunuh oleh aparat pemerintah daerah, Pol. PP.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071006kompas_tibum.html"><b>Perda Tibum DKI Pukulan yang Menyakitkan Rakyat Miskin</b></a><br />
<i>Kompas, Sabtu,  6 Oktober 2007</i><br />
Jakarta, Kompas &#8211; Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia akan memfasilitasi warga miskin dan kelompok waria yang akan terkena dampak dari munculnya Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum atau Tibum. Ditjen HAM menaruh perhatian atas hak mereka untuk hidup.<br />
<hr />     <b><a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/05/time/131512/idnews/838386/idkanal/10" target="_blank">Bakal Sulit Mangkal di Jalan, Waria Desak Perda Tibum Distop</a></b><br />
<i>Detikcom, 5 Oktober 2007, 13:15:12</i><br />
Jakarta &#8211; Mendagri Mardiyanto didesak membatalkan Perda Ketertiban Umum yang dibuat Pemprov DKI Jakarta. Perda itu dinilai membatasi lapangan kerja waria.<br />
<hr />     <b><a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071004indopos_tibum.html">Pasca Perda Tibum, Tiap Malam Waria Ditongkrongi</a></b><br />
<i>Indo Pos, Kamis, 4  Oktober 2007</i><br />
Jakarta &#8211; Forum Komunikasi Waria (FKW), Yayasan Srikandi Sejati, dan Arus Pelangi kemarin mendatangi kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) di Menteng, Jakarta Pusat. Mereka mengadukan adanya diskriminasi selama proses hukum dalam kasus pembunuhan Vera alias Zainuddin oleh orang tak dikenal di Purwokerto, Jawa Tengah, pada 29 Oktober 2005 lalu dan berbagai tindak kekerasan lainnya. Kasus ini sudah ditangani Pengadilan Negeri Purwokerto.<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/071004kortempo_sahur.html"><b>Sebungkus Nasi dari Kaum Pinggiran</b></a><br />
<i>Koran Tempo,  Kamis, 4  Oktober 2007</i><br />
&#8220;Bagaimana membedakan waria yang beneran dengan yang jadi-jadian,&#8221; ujar Sri Sulistyanti, 70 tahun. Belasan muda-mudi yang duduk di tikar hanya saling memandang sambil menahan geli atas pertanyaan si nenek.<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070926kompas_tibum.html"><b>Kaum Waria Tegaskan Tolak Perda Ketertiban</b></a><br />
<i>Kompas, Rabu, 26 September 2007</i><br />
JAKARTA, KOMPAS &#8211; Kaum wanita-pria atau waria menolak Peraturan Daerah DKI Jakarta tentang Ketertiban Umum yang akan diberlakukan. Perda tersebut dinilai diskriminatif dan mengkriminalkan rakyat miskin dan kelompok-kelompok masyarakat tertentu, termasuk kaum waria.<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070926suapem_tibum.html"><b>Waria dan Aliansi Masyarakat Miskin Tolak Perda Tibum</b></a><br />
<i>Suara Pembaruan, Rabu, 26 September 2007</i><br />
[JAKARTA] Menjelang pengesahan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta No 11 Tahun 1998 tentang Ketertiban Umum (Tibum), protes warga Jakarta semakin bergema. Berbagai aliansi masyarakat dibentuk khusus untuk menolak Perda tersebut.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070920korakyat_peradiln.html"><b>Penegak Hukum Diminta Tak Diskriminatif</b></a><br />
<i>Koran Rakyat, Kamis Kliwon, 20 September 2007</i><br />
PURWOKERTO &#8211; Kalangan penegak hukum diminta serius dan tidak diskriminatif dalam penanganan kasus dalam proses peradilan kematian salah satu waria, Vera alias Zaenudin.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070920radarmas_peradiln.html"><b>Penanganan Hukum Dinilai Masih Diskriminatif</b></a><br />
<i>Radar Banyumas, Kamis Kliwon 20 September 2007</i><br />
PURWOKERTO &#8211; Penegakan hukum bagi kaum moniritas di Indonesia dinilai masih diskriminatif. Hal itu tercermin dari masih lambatnya penanganan kasus kemanusiaan yang muncul pada kaum waria, gay, lesbi dan transgender.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070920suaramdk_peradiln.html"><b>Dua Tahun, Penganiayaan Waria Belum Tuntas</b></a><br />
<i>Suara Merdeka, Kamis 20 September 2007</i><br />
PURWOKERTO &#8211; Setelah dua tahun, kasus penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Vera alias Zainuddin seorang waria di Purwokerto, belum terungkap juga.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.tribun-timur.com/view.php?id=49196&amp;jenis=Kota" target="_blank"><b>Bercumbu Sesama Jenis, Dina Ditampar Pegawai Rutan</b></a><br />
<i>Tribun Timur, Rabu, 19-09-2007</i><br />
Makassar, Tribun &#8211; Tim pemeriksa dari Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM (Kanwil Depkumham) Sulawesi Selatan turun ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Makassar, Rabu (19/9). Tim memeriksa Juhaedah, petugas yang diadukan melakukan penganiayaan tahanan bernama Dina.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.balebengong.net/2007/09/14/kelompok-lgbti-inginkan-pemberitaan-lebih-berimbang/" target="_blank"><b>Kelompok LGBTI Inginkan Pemberitaan Lebih Berimbang</b></a><br />
<i>Sekitar Denpasar, Jumat, 14 September 2007</i><br />
Langsung maupun tidak langsung, media ikut serta menumbuhkan stigma pada kelompok lesbian, gay, biseksual, transgender, dan interseksual (LGBTI). Hal tersebut dilakukan melalui iklan, tayangan, maupun liputan yang bahkan cenderung mendiskriminasi kelompok LGBTI.<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070913berkota_perdatibum.html"><b>Masyarakat Miskin Tolak Perda Tibum</b></a><br />
<i>Berita Kota, Kamis, 13 September 2007</i><br />
JAKARTA, BK &#8211; Gelombang protes menyusul disahkannya perda baru pengganti Perda No 11/1988 tentang Ketertiban Umum, terus mengalir. Kini nada protes itu datang dari belasan elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Miskin (ARM). Mereka meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) membatalkan Perda Ketertiban Umum (Tibum).<br />
<hr /> 	<a href="http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=107667" target="_blank"><b>Aliansi Rakyat Miskin Keberatan Perda Ketertiban Umum DKI</b></a><br />
<i>Gatra, 12 September 2007</i><br />
Jakarta &#8211; Aliansi Rakyat Miskin (ARM) menyampaikan keberatan secara administratif terhadap revisi Perda DKI Kakarta No.11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum dan menyatakan akan melakukan gugatan judicial review jika Perda tersebut disahkan oleh Departemen Dalam Negeri (Depdagri).<br />
<hr />     <b><a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070911indopos_spurawaria.html">Leona Lo, Transseksual Singapura, Terobsesi Menghapus Malu &#8220;Kaumnya”</a></b><br />
<i>Indo Pos, 11 September 2007</i><br />
Sepuluh tahun lalu, seorang transseksual Singapura Leonard sukses melakukan operasi kelamin menjadi perempuan. Bagi Leona Lo – namanya setelah menjadi &#8220;perempuan&#8221; – sukses itu bukan tujuan akhirnya. Obsesinya menghapus rasa malu di kalangan mereka yang memiliki kasus psikologis yang sama dengannya.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.ranesi.nl/tema/masyarakat/karima_transseksual_muslim070821" target="_blank"><b>Karima: Transseksual Muslim</b></a><br />
<i>Radio Nederland Siaran Indonesia, 21 Agustus 2007</i><br />
Karima Tieleman berubah dari laki-laki menjadi perempuan dan enam tahun kemudian memeluk agama Islam. Tetapi di kalangan muslim pun ia tidak diterima seperti diharapkannya. Sudah menjadi nasibnya bahwa ia tidak diterima oleh lingkungannya dan harus melawan penolakan. &#8216;Saya senang dengan kehidupan saya, tetapi berjuang terus kadangkala melelahkan juga.&#8217; Demikian Karima.<br />
<hr /> 	<a href="http://pemikiranislam.wordpress.com/2007/08/11/pandangan-terhadap-kaum-homoseksual-dan-lesbian/" target="_blank"><b>Sikap Komprehensif Islam Terhadap Perilaku dan Organisasi Kaum Gay (Homoseksual) dan Lesbian</b></a><br />
<i>Anjar Nugroho, 11 Agustus 2007</i><br />
Pada hari Ahad, tanggal 5 November 2006 berlangsung peristiwa yang menyentak masyarakat Banyumas dan sekitarnya, yakni pendeklarasian perkumpulan kaum homoseksual Banyumas yang diberi nama “Arus Pelangi”. Reaksi pun diberikan oleh pelbagai organisasi Islam maupaun para tokoh Islam Banyumas.<br />
<hr /> 	<b><a href="http://www.ranesi.nl/arsipaktua/masalahglobal/abdellah_pecinta_lelaki" target="_blank">Abdellah Taïa Pecinta Lelaki</a></b><br />
<i>Radio Nederland Siaran Indonesia, 03-08-2007</i><br />
Penulis Abdellah Taïa adalah orang Maroko pertama di negerinya yang secara terbuka menyatakan dirinya pecinta sesama laki-laki. Wawancara dan buku-bukunya membuat heboh besar di Maroko. Saat ini Taïa berada di Amsterdam, mempromosikan bukunya <i>Broederliefde</i> atau Cinta Saudara Laki-laki yang baru terbit di Belanda.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070728indopos_kontes_kebaya.html"><b>Dibilang Happy Salma, Tersenyum Malu</b></a><br />
<i>Indo Pos, Sabtu, 28 Juli 2007</i><br />
KONTES Kebaya Waria yang berlangsung di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, kemarin berlangsung meriah. Puluhan waria dari berbagai provinsi di Indonesia menunjukkan kepiawaiannya berlenggak-lenggok di atas catwalk.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=2184" target="_blank"><b>Empat Argumentasi yang Mendasari Perda-perda Bernuansa Agama</b></a><br />
<i>Syir&#8217;ah, 17-7-2007</i><br />
Jakarta – Mencermati kian maraknya perda-perda bernuansa agama (Islam) di Tanah Air, paling tidak ada empat argumentasi yang bisa direkam sebagai landasan adanya perda-perda tersebut.<br />
<hr />     <a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/14/humaniora/3682801.htm" target="_blank"><b>Kontroversi Fikih: Menyisakan perkawinan</b></a><br />
<i>Kompas, Sabtu, 14 Juli 2007 &#8211;  Humaniora</i><br />
Kaum homoseksual atau juga transeksual, ada waria, gay, dan lesbian terserak di sekitar kita dengan seribu satu persoalannya. Memang banyak kontroversi tentang mereka, menimbulkan riak di masyarakat. Banyak stereotip yang terus bertumpuk, seperti mengatakan, soal seksualitas satu ini tidaklah sederhana.<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070712fajar_karebosi.html"><b>20 Waria Protes Revitalisasi Karebosi</b></a><br />
<i>Fajar, Kamis, 12 Juli 2007</i><br />
MAKASSAR — Sedikitnya 20 waria yang tergabung dalam Komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/ Transeksual) menggelar aksi demo di DPRD Makassar, Rabu, 11 Juli.<br />
<hr />     <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/07/tgl/11/time/122524/idnews/803529/idkanal/10"><b>Takut Digusur, Puluhan Waria Geruduk DPRD Makassar</b></a><br />
<i>Detik.com 11/07/2007 12:25 WIB</i><br />
Makassar &#8211; Puluhan waria &#8220;menyerbu&#8221; gedung DPRD Makassar Jl Andi Pettarani, Rabu (11/7/2007). Mereka berharap agar penertiban Lapangan Karebosi yang menjadi tempat mangkal mereka tak menggusur lapangan kerja mereka.<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070705upeks_perda.html"><b>Perda yang Diskriminatif tanpa Naskah Akademik</b></a><br />
<i>Ujungpandang Ekspres, Kamis, 5 Juli 2007</i><br />
MAKASSAR, Upeks — Untuk menghindari lahirnya sebuah peraturan daerah (Perda) yang diskriminatif, idealnya harus ada naskah akademik yang komprehensif. Kemudian dalam proses penyusunannya juga ada partisipasi masyarakat sebagai uji publik.<br />
<hr />     <b><a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070626kompas_negara_agama.html">Relasi Agama dan Negara yang Terus Digugat</a></b><br />
<i>Kompas, Selasa, 26 Juni 2007 &#8211; Opini</i><br />
Hingga 62 tahun Indonesia merdeka, perdebatan untuk menentukan kedudukan agama dalam negara masih saja terus berlangsung. Di tengah pertentangan antara kelompok yang pro dan kontra di tingkat nasional, beberapa pemerintah daerah justru telah memberlakukan ajaran agama sebagai dasar regulasi, yang mengatur kehidupan publik di daerahnya.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita-detail.php?.g=news&amp;.s=berita&amp;.e=316" target="_blank"><b>Komnas HAM Sudah Wakili Kekuatan Sosial</b></a><br />
<i>VHR, 22 Juni 2007 &#8211; 14:10 WIB</i><br />
Jakarta &#8211; Anggota komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang baru terpilih cukup merepresentasikan kekuatan sosial masyarakat. Keberagaman latar belakang profesi anggota diharapkan mewakili seluruh aspirasi masyarakat.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/21/time/21" target="_blank"><b>Alasan Mbak Yuli Gagal Jadi Anggota Komnas HAM</b></a><br />
<i>Detik.com, 21 Juni 2007 &#8211; 21:00 WIB</i><br />
Jakarta &#8211; Sejumlah anggota DPR menepis tudingan gagalnya Yulianus Rettoblaut atau Mbak Yuli dalam <i>fit and proper test</i> menjadi anggota Komnas HAM karena dia waria. Lantas?<br />
<hr /> <a href="http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita-detail.php?.g=news&amp;.s=berita&amp;.e=313" target="_blank"><b>DPR Masih Fobia pada Waria</b></a><br />
<i>VHR News, 21 Juni 2007 &#8211; 19:48 WIB</i><br />
Jakarta &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat seharusnya memberikan hak <i>affirmative action</i> atau pemenuhan hak lebih dalam menyeleksi Yulianus Rettoblaut sebagai anggota Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.<br />
<hr /> 	<b><a href="http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=16989&amp;cl=Aktual" target="_blank">DPR Tetapkan 11 Nama Calon Anggota Komnas HAM</a></b><br />
<i>Hukum Online, 21/6/07</i><br />
Setelah melakukan proses <i>fit and proper test</i> secara maraton selama satu minggu, Komisi III DPR RI akhirnya menetapkan 11 nama calon anggota Komnas HAM. Nama-nama yang ditetapkan itu merupakan hasil saringan dari daftar 43 nama yang disodorkan Panitia Seleksi Komnas HAM ke Komisi III DPR RI.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070621poskota_fptes.html"><b>Perjuangan waria itu kandas</b></a><br />
<i>Pos Kota, 21 Juni 2007</i><br />
JAKARTA (Pos Kota) &#8211; Perjuangan Yulianus Rettoblaut untuk memperjuangkan kaumnya melalui cita-citanya menjadi anggota Komnas HAM akhirnya kandas. Perjalanan panjang mulai pendaftaran, verifikasi syarat, maju dalam fit and proper test hingga pengerahan pendukung ternyata hanya membuahkan satu suara saja dalam voting anggota Komisi III.<br />
<hr />     <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/21/time/005853/idnews/795919/idkanal/10"><b>Yulia Dicecar Anggota DPR Soal Perkawinan Sesama Jenis</b></a><br />
<i>Detik.com, 21/06/2007 &#8211; 00:53 WIB</i><br />
Jakarta &#8211; Yulianus Rettoblaut, waria yang mengikuti uji kelayakan menjadi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendapat cecaran mengenai perkawinan sesama jenis dan kebebasan.<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070621indopos_fptes.html"><b>Dicecar Pertanyaan Kawin Sejenis</b></a><br />
<i>Indo Pos, 21 Juni 2007</i><br />
Jakarta &#8211; Uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon anggota Komnas HAM 2007-2012 Yulianus Rettoblaut, 46, di ruang sidang Komisi III DPR RI tadi malam diwarnai pertanyaan seputar peraturan yang tidak mengakomodasi kaum waria.<br />
<hr />      <b><a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/20/time/213802/idnews/795906/idkanal/10" target="_blank">Belasan Waria Meriahkan Seleksi Anggota Komnas HAM di DPR</a></b><br />
<i>Detik.com, 21 Juni 2007 &#8211; 21:38 WIB</i><br />
Jakarta &#8211; Ada sedikit keramaian berbeda di ruang Komisi III DPR. Kali ini dalam seleksi uji kepatutan dan kelayakan, belasan waria ikut menyemarakkan suasana.<br />
<hr /> 	 <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070620kortempo_komnasham.html"><b>Komnas HAM</b></a><br />
<i>Koran Tempo, Rabu, 20 Juni 2007</i></p>
<hr /> 	 <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070620indopos_fptes.html"><b>Belum Menjabat Sudah Dicurhati</b></a><br />
<i>Indo Pos, Rabu 20 Juni 2007</i><br />
JAKARTA &#8211; Meski baru calon anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Yulianus Rettoblaut, 46, sudah mendapat kepercayaan. Kemarin siang, perwakilan keluarga korban pelanggaran HAM Sunarsih menemuinya di kantin Kompleks MPR/ DPR untuk mengadukan ketidakjelasan nasib tragedi Trisakti.<br />
<hr />      <a href="http://hukumonline.com/detail.asp?id=16956&amp;cl=Berita" target="_blank"><b>KADI Minta Makna Diskriminasi Diperluas</b></a><br />
<i>Hukumonline, 18 Juni 2007</i><br />
RUU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis justru dinilai diskriminatif, karena tidak       mengakomodir kaum marginal lain.<br />
<hr />      <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070618indopos_yuli.html"><b>Kerahkan Puluhan Waria, Ujian Pakai Sanggul</b></a><br />
<i>Indo Pos, Senin 18 Juni 2007</i><br />
Yulianus Rettoblaut, 46, menancapkan tonggak sejarah baru. Dialah waria pertama dan satu-satunya yang akan menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon anggota Komisioner Komnas HAM, 20 Juni nanti. Apa saja yang akan dilakukan supaya bisa lolos?<br />
<hr /> 	 <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070617poskota_yuli.html"><b>Waria terkesan sampah masyarakat</b></a><br />
<i>Pos Kota, Minggu, 17 Juni 2007</i><br />
Cilandak (Pos Kota) &#8211; Keprihatinan mendalam akan perlakuan terhadap kaum waria yang hingga kini terkesan menjadi sampah masyarakat karena dianggap tidak berguna, mendorong Yulie Rettoblaut, 46, terterik menjadi anggota Komnas HAM.<br />
<hr />      <a href="http://ariyanto.wordpress.com/2007/06/26/ruu-penghapusan-diskriminasi/" target="_blank"><b>RUU Penghapusan Diskriminasi</b></a><br />
<i>Indo Pos, 16 Juni 2007</i><br />
JAKARTA–Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (PDRE) yang kini tengah digodok DPR diminta diperluas cakupannya. Tak hanya diskriminasi ras dan etnis, namun segala bentuk diskriminasi yang terjadi di masyarakat seperti terhadap kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), penyandang cacat, dan penghayat kepercayaan.<br />
<hr />      <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070610rakmerd_calon_komnas.html"><b>Waria Ancam Penjarakan Polisi Penembak Waria</b></a><br />
<i>Rakyat Merdeka: Minggu, 10 Juni 2007</i><br />
YULIANUS Rettoblaut memang belum menjadi anggota dan baru calon anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Namun demikian, Yulianus sudah sesumbar mau memenjarakan polisi yang menembak mati waria di Jakarta Barat pada 2002 dan 2004.<br />
<hr /> 	 <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070607kompas_komnas.html"><b>Seleksi Diharapkan Perhatikan UU HAM</b></a><br />
<i>Kompas, Kamis, 7 Juni 2007</i><br />
JAKARTA, &#8211; Sejumlah organisasi non-pemerintah berharap Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat menggunakan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Prinsip-prinsip Paris sebagai dasar memilih komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia periode 2007-2012.<br />
<hr />      <a href="http://www.harian-global.com/news.php?item.18637.21" target="_blank"><b>Waria Calonkan Diri Jadi Anggota Komnas HAM</b></a><br />
<i>Harian Global, Kamis, 7 Juni 2007</i><br />
Panggung perpolitikan di Indonesia semakin menarik. Keberanian perorangan atau kelompok sebagai warga negara Indonesia (WNI) untuk memperjuangkan haknya pun patut disikapi dengan serius. Berhasil tidaknya perjuangan itu, tergantung kepada kemampuan individu.<br />
<hr />      <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070607berkot_komnas.html"><b>Waria Mendaftar Jadi Anggota Komnas HAM</b></a><br />
<i>Berita Kota, Kamis, 7 Juni 2007</i><br />
JAKARTA, BK &#8211; Gedung Nusantara II DPR, Rabu (6/6), mendadak heboh ketika anggota Komisi III kedatangan tamu istimewa yakni sebanyak 15 waria berpenampilan seksi dan berdandan menor.<br />
<hr />       <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070607indopos_komnas.html"><b>Belasan Waria Datangi Komisi III</b></a><br />
<i>Indo Pos, Kamis, 7 Juni 2007</i><br />
JAKARTA &#8211; Belasan waria, kemarin, mendatangi Komisi III DPR RI. Para waria yang terlihat &#8220;cantik-cantik&#8221; itu ternyata mendampingi rekannya, Yulianus Rettoblaut, yang sedang menyerahkan berkas calon anggota Komnas HAM ke Sekretariat Komisi III, Gedung DPR, Senayan.<br />
<hr /> 	  <a href="http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=1712" target="_blank"><b>Lembaga Islam Harus Merubah Cara Pandang Masyarakat Terhadap Kaum Homoseksual</b></a><br />
<i>Syir&#8217;ah, 7-6-2007</i><br />
Situbondo- Mulai dari literatur klasik sampai pada faktanya hari ini, kaum homoseksual selalu diberi pandangan tidak ramah. Ia menjadi makhluk dan golongan yang begitu tidak diuntungkan. Untuk itu, mulai saat ini, pandangan masyarakat yang negatif itu harus diubah, sebagai satu cara untuk memanusiakan mereka. Dan itu yang harus dilakukan oleh lembaga Islam.<br />
<hr />     <a href="http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=1699" target="_blank"><b>Munculnya Tokoh Homoseksual Dianggap Preseden Buruk Bagi Penegakan HAM</b></a><br />
<i>Syir&#8217;ah, 6-6-2007</i><br />
Jakarta- Jika kaum homoseksual yang lolos dalam seleksi calon Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu diloloskan dalam fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) oleh DPR, maka menurut Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ihwan Syam sebagai preseden buruk bagi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=1698" target="_blank"><b>Perilaku Homoseksual Menyimpang dari Islam </b></a><br />
<i>Syir&#8217;ah, 6-6-2007</i><br />
Jakarta- Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ihwan Syam menyatakan bahwa homoseksual menyimpang dari ajaran agama Islam. Ia menyangkal bahwa perilaku homoseksual bisa terjadi karena bawaan sejak lahir.<br />
<hr /> <b><a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/time/153740/idnews/790220/idkanal/10" target="_blank">FPDIP Janji Perjuangkan Hak 3 Juta Waria</a></b><br />
<i>Detikcom, 06/06/07 17:19 WIB</i><br />
15 Waria yang menyambangi wakil rakyat di Gedung DPR diterima FPDIP. Secara gamblang, mereka minta FPDIP memperjuangkan hak-hak mereka sebagai kaum minoritas. Dalam pertemuan dengan anggota FPDIP Nur Suhud, Ketua LSM Arus Pelangi Rido Triawan, meminta FPDIP untuk memfasilitasi pertemuan waria dengan anggota DPR lainnya.<br />
<hr /> 	<b><a href="http://foto.detik.com/index.php/home.readfoto/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/time/171954/idnews/790288/idkanal/157/id/1" target="_blank">Waria mengejutkan DPR</a></b><br />
<i>Detikcom, 06/06/07 17:19 WIB, Foto News</i><br />
15 Waria menemui anggota dewan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6). Mereka diterima sejumlah anggota DPR.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070601indopos_idaho.html"><b>Kepala Daerah Awam Bikin Perda</b></a><br />
<i>Indo Pos, Jumat, 1 Juni 2007 </i><br />
JAKARTA &#8211; Penyiksaan 80 orang gay di Isfahan, Iran, beberapa waktu lalu mendapat kecaman keras dari kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT) Indonesia. Pasalnya, tindakan tidak berperikemanusiaan itu dilakukan tanpa alasan jelas.<br />
<hr /> <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070530medindo_idaho.html"><b>Pemuka Agama Dapat Kurangi Sikap Homofobia</b></a><br />
<i>Media Indonesia, Rabu, 30 Mei 2007</i><br />
JAKARTA (Media): Pemuka agama dapat berperan lebih aktif dalam mengurangi sikap homofobia dengan menginterpretasi ulang ayat-ayat kitab suci yang bersifat diskriminatif terhadap hak kaum lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT).<br />
<hr /> <a href="http://www.hukumonline.com/detail.asp?id=16815&amp;cl=Berita" target="_blank"><b>Hukum tak Mampu Hilangkan Homophobia</b></a><br />
<i>Hukum Online, 29 Mei 2007</i><br />
Masyarakat masih gemar melecehkan. Payung hukum tidak bisa diandalkan. Agama juga dituding melanggengkan homophobia. Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) sedunia ternyata punya ‘hari raya’. Mereka telah menetapkan 17 Mei sebagai Hari Internasional Melawan Homophobia.<br />
<hr />     <a href="http://www.vhrmedia.net/home/index.php?id=view&amp;aid=4882&amp;lang=" target="_blank"><b>Arus Pelangi Kecam Diskriminasi Iran</b></a><br />
<i>VHR, Mon, 28 May 2007 19:36:03 +0700</i><br />
Jakarta – Organisasi pembela hak kaum lesbian, gay, biseksual, dan transeksual Arus Pelangi mengecam keras tindakan sewenang-wenang aparat keamanan kota Isfahan, Iran, yang menangkap dan menganiaya 80 orang homoseksual.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.vhrmedia.net/home/index.php?id=view&amp;aid=4880&amp;lang=" target="_blank"><b>Keluarga Ienes, Keluarga Waria</b></a><br />
<i>VHR, Mon, 28 May 2007 18:44:36 +0700</i><br />
“Perempuan” itu berjuang keluar dari tubuh laki-laki. Sepanjang hidup menghadapi diskriminasi. Akhirnya dia menemukan keluarga.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.suarapembaruan.com/News/2007/05/13/Profil/prof01.htm" target="_blank"><b>Yulianus Rettoblaut: Memperjuangkan HAM</b></a><br />
<i>Suara Pembaruan, Minggu, 13 Mei 2007</i><br />
Selama ini waria sering dijadikan olok-olokan, ditiru cara bicara maupun gerak tubuhnya yang maksudnya sekadar sebagai banyolan. Dianggap lucu karena tidak normal. Dalam kenyataan pahit yang lain, waria sering pula diidentikkan dengan penjaja seks komersial (PSK).<br />
<hr /> 	<a href="http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/yuli_waria_komnas_ham" target="_blank"><b>Mbak Yuli: Waria Calon Anggota Komnas HAM</b></a><br />
<i>Radio Nederland Siaran Indonesia, 10 Mei 2007</i><br />
Satu dari 43 orang calon komisioner Komnas HAM berasal dari kelompok minoritas. Dia seorang waria, namanya Yulianus Rettoblaut, akrab disapa mBak Yuli. Berikut profil Mbak Yuli disusun reporter KBR68H Faryansah.<br />
<hr /> <a href="http://www.vhrmedia.net/home/index.php?id=print&amp;aid=4709&amp;cid=1&amp;lang=" target="_blank"><b>Waria Harus Tingkatkan Peran di Masyarakat</b></a><br />
<i>VHR, Thu, 10 May 2007 15:11:10 +0700</i><br />
Jakarta &#8211; Untuk menekan stigma negatif di masyarakat, kelompok minoritas seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) harus lebih meningkatkan peran di masyarakat. Pasalnya, saat ini waria dihadapkan pada stigma ganda. Dengan meningkatkan peran di masyarakat, upaya untuk merebut kembali hak kesetaraan, misalnya pekerjaan di sektor formal dan informal, akan terbuka.<br />
<hr />   <b><a href="http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=1320&amp;PHPSESSID=7823a...?ref=hikayee.net" target="_blank">Gay Situbondo Ultah, Undang Kiai</a></b><br />
<i>Syir&#8217;ah Online, 3-5-2007</i><br />
Banyuwangi- Kaum Gay Situbondo (G-Do), Banyuwangi Jawa Timur baru-baru ini memperingati ulang tahun (ultah) perkumpulannya yang telah berusia empat tahun. Berbagai tokoh diundang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah hingga tokoh masyarakat lain. Sebagian hadir, sementara tausiyah disampaikan oleh kiai.<br />
<hr /> 	<a href="http://kosong.blogsome.com/2007/05/" target="_blank"><b>May Day 2007</b></a><br />
<i>blogsome.com, 1 May 2007</i><br />
Ribuan orang dari berbagai organisasi masyarakat dan serikat buruh memperingati Hari Buruh 1 Mei 2007 (May Day) di depan Istana Negara, Jakarta. Berbagai tuntutan kepada pemerintah disampaikan. Salah satu kelompok masyarakat yang rentan terhadap perlakuan diskriminatif adalah kelompok waria, lesbian, gay, biseksual, transgender atau transseksual (LGBT).<br />
<hr /> 	<a href="http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=131889" target="_blank"><b>Buruh Mulai Padati Depan Istana Merdeka</b></a><br />
<i>Media Indonesia Online, Selasa, 01 Mei 2007</i><br />
JAKARTA&#8211;MIOL: Ratusan buruh dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang (Jabodetabek) mulai memadati depan Istana Merdeka, Merdeka Utara, Jakarta Pusat memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Selasa (1/5).<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070428jawapos_konseling.html"><b>Fasilitasi Pasangan Sejenis</b></a><br />
<i>Indo Pos, Sabtu, 28 April 2007</i><br />
IKLIM demokrasi pasca-reformasi 1998 yang telah digulirkan, ternyata belum sepenuhnya membuka kran bebas berpendapat dan berpendirian. Itu terlihat dengan masih banyaknya sikap diskriminasi yang dialami oleh komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender atau transeksual (LGBT).<br />
<hr /> <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070428korakyat_tertangkap.html"><b>Pembunuh Waria Akhirnya Tertangkap</b></a><br />
<i>Koran Rakyat, sabtu 28 april 2007</i><br />
PURWOKERTO-Kasus pembunuhan Vera alias Zaenudin, waria warga Kampung Sri Rahayu RT 2/10 Karangklesem, Purwokerto Selatan akhirnya terungkap. Jajaran Reserse dan Kriminal Polsek Purwokerto Selatan berhasil membekuk Gogi Yusanto (24), pelaku pembunuhan yang terjadi pada Sabtu 5 November 2005 lalu.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070428radarmas_tertangkap.jpg"><b>Aniaya Waria hingga Tewas, Ditangkap</b></a><br />
<i>Suara Merdeka, Sabtu, 28 April 2007</i><br />
PURWOKERTO &#8211; Setelah melakukan penyelidikan tak kenal lelah sekitar 18 bulan, jajaran Polsek Purwokerto Selatan kemarin berhasil mengungkap kasus penganiayaan terhadap Zaenudin alias Vera (27), waria asal Kampung Sri Rahayu, Karangklesem, Purwokerto Selatan. Polisi berhasil menangkap pelakunya, Gogi Yosanta (24), warga Jl. Kol. Sugiyono RT 2/5, Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070428radarmas_tertangkap.html"><b>Pembunuh Waria Diringkus</b></a><br />
<i>Radar Banyumas, Sabtu Kliwon, 28 april 2007 </i><br />
PURWOKERTO &#8211; Masih ingat pembunuhan seorang waria, akhir tahun 2005 silam di Jalan S. Parman, Purwokerto? Saat itu korbannya adalah Vera alias Zaenudin (27), warga Jalan Sri Raharjo RT 2 RW 10 Karang Klesem, Kecamatan Purwokerto Selatan.<br />
<hr /> 	 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070428kompas_komnasham.html"><b>Komnas HAM tak Ubah Nama Calon Komisioner</b></a><br />
<i>Kompas, Sabtu, 28 April 2007</i><br />
JAKARTA, KOMPAS &#8211; Paripurna Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM menyepakati tidak mengubah 43 nama calon komisioner periode 2007-2012 yang terpilih. Rapat yang digelar Jumat (27/4) di Kantor Komnas HAM dihadiri enam dari tujuh komisioner periode 2002-2007 yang tidak mencalonkan kembali.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070425kompas_komnasham.html"><b>Tim Seleksi Pilih 43 Calon Komisioner HAM</b></a><br />
<i>Kompas, Rabu, 25 April 2007</i><br />
JAKARTA, KOMPAS &#8211; Tim Seleksi Calon Komisioner Komisi Nasional HAM periode 2007-2012 telah memilih 43 calon dari 68 calon komisioner yang maju dalam tes wawancara. Mereka dipilih karena masuk dalam pemeringkatan tim seleksi.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070417kompas_komnasham.html"><b>Seleksi Komisioner HAM Juga Diikuti Waria</b></a><br />
<i>Kompas, Selasa, 17 April 2007</i><br />
JAKARTA, KOMPAS &#8211; Panitia Seleksi Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia periode 2007-2012 kemungkinan akan memilih lebih dari 35 bakal calon komisioner. Di antara calon komisioner terdapat pula perwakilan dari kalangan waria.<br />
<hr /> 	<a href="http://www.vhrmedia.net/home/index.php?id=print&amp;aid=4488&amp;cid=1&amp;lang=" target="_blank"><b>MA Belum Serahkan Putusan Perda Pelacuran</b></a><br />
<i>VHR, Mon, 16 Apr 2007 15:29:17 +0700</i><br />
Jakarta – Para tergugat Perda Nomor 8/2005 tentang Pelarangan Pelacuran hingga Senin (16/4) belum juga menerima salinan putusan penolakan kasasi yang mereka ajukan dari Mahkamah Agung.<br />
<hr /> 	  <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070408tempo_kasustoyo.html"><b>Karena Bermesra Di Kedai Pesona</b></a><br />
<i>Tempo &#8211; Edisi. 06/XXXIIIIII/02 &#8211; 8 April 2007</i><br />
Dituduh berbuat tak senonoh, sepasang gay babak-belur dihajar massa. Polisi menganiaya lebih sadis.<br />
<hr />   <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070403radarmas_donordarah.html"><b>Total Security dan Arus Pelangi Donor Darah</b></a><br />
<i>Radar Banyumas &#8211; Selasa Kliwon, 3 April 2007</i><br />
PURWOKERTO &#8211; Sebanyak 30 peserta didik satpam Garda Total Security Sokaraja menyumbangkan    darahnya dengan menggelar donor darah sukarela. Bekerja sama dengan Arus Pelangi dan PMI    Banyumas, kegiatan sosial yang berlangsung Senin (2/4) kemarin menjadi kegiatan rutin setiap    kali penerimaan siswa baru di pusat pendidikan satpam ini.<br />
<hr />   <a href="http://www.vhrmedia.net/home/index.php?id=print&amp;aid=4249&amp;cid=1&amp;lang=" target="_blank"><b>Semua Mengaku Punya Komitmen pada Waria</b></a><br />
<i>VHR, Thu, 22 Mar 2007 11:48:10 +0700</i><br />
Jakarta – Hampir seluruh calon anggota Komnas HAM yang mengikuti uji publik mengaku mempunyai komitmen pada kelompok minoritas seperti waria yang sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Mereka menyatakan berkomitmen mengangkat harkat dan martabat kelompok rentan ini agar sejajar dengan warga negara yang lain.<br />
<hr /> <a href="http://www.vhrmedia.net/home/index.php?id=print&amp;aid=4151&amp;cid=2&amp;lang=" target="_blank"><b>Aku Wanita Tunavagina</b></a><br />
<i>VHR, Fri, 09 Mar 2007 15:13:04 +0700</i><br />
Disiksa. Dikucilkan. Dia tak patah menjalani kerasnya hidup.<br />
Sore itu Nancy, 53 tahun, berselonjor di kantor Yayasan Srikandi Sejati. Rumah  di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, itu selalu ramai karena menjadi tempat  berkumpul para transeksual. Mereka biasa disebut wanita pria alias waria.<br />
<hr /> <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070309brtpagi_palembg_perda.html"><b>KMAD Tolak Diskriminasi Terhadap Perempuan</b></a><br />
<i>Beritapagi, Jumat, 9 Maret 2007</i><br />
Palembang, BP &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, puluhan perempuan yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti Diskriminasi (KMAD), Kamis (8/3) melakukan aksi unjuk rasa.<br />
<hr /> <b><a href="http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=624" target="_blank">Fatayat NU Gelar Workshop Lesbian dan Gay</a></b><br />
<i>Syir&#8217;ah Online, 2-3-2007</i><br />
Jakarta &#8211; Keberadaan kaum transeksual, seperti lesbian dan gay, semakin meningkat jumlahnya di  	pelataran bumi ini. Sebagai sebuah kelompok minoritas, tak jarang mereka menerima stempel  	negatif dari masyarakat. Kerap ungkapan melanggar sunnah Allah melekat dalam diri mereka.  	Bagaimanakah sebenarnya agama Islam memandangnya?<br />
<hr /> 	<a href="http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=628" target="_blank"><b>Rido Triawan: Hak LGBT Belum Terpenuhi </b></a><br />
<i>Syir&#8217;ah Online, 2-3-2007</i><br />
Jakarta &#8211; Berkaitan dengan workshop yang diadakan Fatayat NU hari ini tentang lesbian dan gay  	dalam pandangan Islam, ternyata jumlah waria di Ibu Kota Jakarta yang masuk data Forum Komunikasi  	Waria (FKW) sebanyak 4.600 orang. Untuk daerah lain belum ada data akurat mengenai jumlah yang sebenarnya.</p>
<hr /> 	<a href="http://www.syirah.com/syirah_ol/online_detail.php?id_kategori_isi=626" target="_blank"><b>Perda Berupaya Menghapus LGBT</b></a><br />
<i>Syir&#8217;ah Online, 2-3-2007</i><br />
Jakarta &#8211; Workshop yang diadakan Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) mengenai  	pandangan Islam terhadap lesbian dan gay ditanggapi positif dan dipandang sebagai terobosan  	yang berani untuk membahas seksualitas dalam Islam oleh Rido Triawan, ketua Arus Pelanggi,  	organisasi yang konsen mengkampanyekan pemenuhan hak LGBT itu.<br />
<hr />     <a href="http://muhsinlabib.wordpress.com/2007/02/28/larangan-kawin-sejenis-diskrimantif/#more-7" target="_blank"><b>Larangan Kawin Sejenis, Diskriminatif?</b></a><br />
<i>Majalah Adil &#8211; Februari 28th, 2007 at 1:24 (Perspektif)</i><br />
Baru-baru ini kota Banyumas dihebohkan oleh berdirinya Arus Pelangi Banyumas, sebuah organisasi yang  	menjadi wadah khusus kaum gay, lesbian, dan biseksual, serta transjender-transeksual (LGBT).<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070228sumexp_perda.html"><b>Kaum Minoritas dan Pandangan Politisi</b></a><br />
<i>Sumatera Ekspres, Rabu, 28 Februari 2007 </i><br />
JIKA kita dapat meminta kepada Tuhan sebelum kita dilahirkan, pasti semua orang akan memilih untuk dilahirkan sebagai manusia serba sempurna. Terlahir sebagai kaum minoritas, entah minoritas suku, minoritas agama atau minoritas seksual (waria, gay, lesbi) pasti bukan keinginan kita. Semua itu adalah kehendak sang Pencipta.<br />
<hr /> <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070227brtpagi_palembg_perda.html"><b>Perda No 2/2004 Mendiskriminasi Perempuan</b></a><br />
<i>Beritapagi, Selasa, 27 Februari 2007</i><br />
Palembang, BP &#8211; Pasal 8 Perda No 2 Tahun 2004 tentang Pelaacuran, dianggap telah mendiskriminasi kaum perempuan. Sebab, pada perda itu tidak ada penjelasan terperinci sehingga kata pelacuran nyaris diidentikkan dengan perempuan.<br />
<hr /> <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070225kompas_biseksualitas.html"><b>Biseksual atau Homoseksual?</b></a><br />
<i>Kompas, Minggu, 25 Februari 2007 (Psikologi)</i><br />
&#8220;Ibu, saat-saat terakhir menjelang kelulusan saya di sekolah dasar, saya mengalami kejadian luar biasa yang hingga saat ini pun masih terbayang. Saya benar-benar terkesan dan sampai saat sekarang pun penghayatan perasaan yang timbul saat kejadian tersebut masih hidup dalam diri dan benak saya&#8230;&#8221; Demikian L (laki-laki, 31).<br />
<hr />     <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/02/tgl/23/time/220356/idnews/746456/idkanal/10" target="_blank"><b>Waria dan Gay di Palembang Keberatan dengan Perda Pelacuran</b></a><br />
<i>Detikcom, 23/02/2007 22:03 WIB</i><br />
Palembang &#8211; Komunitas gay dan waria di Palembang keberatan dengan adanya Perda No 2/2004 tentang Pemberantasan Pelacuran. Sebab komunitas mereka disinggung-singgung dalam perda itu.<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070223radarplb_plbg_pelatihan.html"><b>Waria 200, Gay 300 di Palembang</b></a><br />
<i>Radar Palembang, Jumat, 23 Februari 2007</i><br />
RADAR PALEMBANG, MINORITAS — Kaum transseksual, lesbian dan gay di Kota Palembang ingin diakui eksistensinya. Kalangan ini meminta aturan-aturan yang mendiskriminasikan mereka dirubah.<br />
<hr /> <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070223brtpagi_plbg_pelatihan.html"><b>Perda Pelacuran Harus Direvisi</b></a><br />
<i>Beritapagi, Jumat, 23 Februari 2007</i><br />
Palembang, BP &#8211; Peraturan daerah (Perda) Kota Palembang No 2 tahun 2004 tentang Pemberantasan Pelacuran, harus direvisi oleh pemerintah dan DPRD setempat. Alasannya, definisi pelacuran yang dicantumkan di peraturan ini, tidak jelas.<br />
<hr />      <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070219realita_merlyn.html"><b>Waria yang Mendapat GelarDoktor (HC) Karena Peduli AIDS</b></a><br />
<i>Realita, Edisi 12, 19 Februari &#8211; 04 Maret 2007</i><br />
Status waria di kalangan masyarakat masih dianggap sebagai penyakit sosial. Banyak orang yang menganggap mereka harus dijauhkan karena kedekatannya dengan seks bebas dan penyakit AIDS. Tapi siapa sangka, ternyata ada sebagian kaum itu yang peduli soal AIDS. Bahkan dari perjuangannya, mereka layak dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa (HC) dari Northern California Global University Amerika. Bagaimana perjuangan Merlyn Sopjan hingga meraih penghargaan itu?<br />
<hr /> 	 <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070219realita_irfan.html"><b>Masih Banyak Peraturan Mendiskriminasi Waria</b></a><br />
<i>Realita, Edisi 12, 19 Februari &#8211; 04 Maret 2007</i><br />
Keberanian Merlyn. menjadi Calon Walikota Malang dan dua orang waria, Nancy Iskandar (Ketua Forum Waria se-DKI Jakarta) dan Yulianus Rettoblaut (Ketua Forum Waria se-Indonesia), dalam bursa pencalonan anggota komisioner Komnas HAM sepatutnya mendapat apresiasi.<br />
<hr /> <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070216indopos_calon_komnasham.html"><b>Komnas HAM Lawan Arus Besar</b></a><br />
<i>Indo Pos, 16 Februari 2007</i><br />
Jakarta, oleh Ariyanto &#8211; Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sepertinya hendak menancapkan  	tonggak sejarah baru dalam pemenuhan dan perlindungan HAM di Indonesia. Setidaknya, itu terlihat dari  	lolosnya dua perwakilan waria dalam bursa pencalonan anggota Komnas HAM 2007-2012. Mereka adalah Yulianus  	Rettoblaut (Yuli) dan Nandy Iskandar (Nancy).<br />
<hr /> 	<a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070201asasi_waria.html"><b>Kaum Waria Menuntut Pengakuan sebagai Warga</b></a><br />
<i>Asasi, edisi Januari-Februari 2007</i><br />
Kali ini ASASI menurunkan dua hasil perbincangan kami dengan Mbak Yulia Rettoblaut (Ketua Forum Komunikasi Waria Indonesia) dan Mbak Nancy Iskandar (Ketua Forum Komunikasi Waria Cabang DKI Jakarta).<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070128kompas_reog.html"><b>Reog, Cinta Tak Sampai</b></a><br />
<i>Kompas, Minggu, 28 Januari 2007 (Kehidupan) IV</i><br />
Warok tidak bisa dipisahkan dari reog. Seni reog di Ponorogo, Jawa Timur, adalah ajang penampilan warok. Melalui tarian itu, seorang warok berunjuk kekuatan, sekaligus menancapkan pengaruh di tengah masyarakat.<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070128kompas_warok_politik.html"><b>Politik Kebudayaan Warok</b></a><br />
<i>Kompas, Minggu, 28 Januari 2007 (Kehidupan) III</i><br />
Cerita warok Ponorogo, Jawa Timur, dimulai dengan legenda tokoh sakti. Perubahan zaman menghadapkan budaya itu pada banyak dilema. Konsep warok pun tertantang untuk ditafsirkan ulang sesuai semangat zaman.<br />
<hr /><a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070128kompas_gemblak.html"><b>Gemblak Pun Berganti Gadis</b></a><br />
<i>Kompas, Minggu, 28 Januari 2007 (Kehidupan) II</i><br />
“Saya pernah jadi gemblak Warok Dasuki asal Desa Jajar, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, dari waktu umur 12 tahun-18 tahun,&#8221; kata Subasir (64), Selasa (23/1) siang itu.</p>
<hr /> <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070128kompas_warok.html"><b>Generasi Terakhir Warok Ponorogo</b></a><br />
<i>Kompas, Minggu, 28 Januari 2007 (Kehidupan) I</i><br />
Ponorogo, Jawa Timur, lekat dengan budaya warok yang tumbuh sejak tujuh abad silam. Kini, tradisi itu tergerus karena makin sedikit orang yang mau menempuh olah fisik, jiwa, dan pikiran untuk jadi . warok. Warok-warok tua yang tersisa mungkin bakal jadi generasi terakhir.<br />
<hr /> <a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0701/22/Politikhukum/3260959.htm" target="_blank"><b>Komnas HAM: Waria Calonkan Diri sebagai Komisioner </b></a><br />
<i>Kompas, Senin, 22 Januari 2007</i><br />
Jakarta, Kompas &#8211; Nancy Iskandar, Ketua Forum Waria Se-DKI Jakarta, dan Yulianus (Yuli) Rettoblaut,  	Ketua Forum Waria Se-Indonesia, Jumat (19/1), mendaftarkan diri sebagai calon anggota komisioner  	Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Pencalonan itu didorong keinginan memperjuangkan nasib waria  	di Indonesia.<br />
<hr />     <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070120jawapos_calon_komnas.html"><b>Waria Ingin Jadi Anggota Komnas HAM</b></a><br />
<i>Jawa Pos, Sabtu, 20 Januari 2007</i><br />
JAKARTA &#8211; Di antara para calon yang berminat menjadi anggota Komnas HAM periode 2007-2012, ada dua waria. Mereka adalah Nandy Iskandar, 52 alias Nancy dan Yulianus Rettoblaut, 45 yang akrab disapa Mami Yuli. Kemarin, dua waria itu diantar belasan waria lain mendatangi kantor Komnas HAM di Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat.<br />
<hr /> <a href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/01/tgl/19/time/105824/idnews/732359/idkanal/10" target="_blank"><b>2 Waria Daftar Jadi Anggota Komnas HAM</b></a><br />
<i>Detikcom, 19/01/2007 10:58 WIB</i><br />
Jakarta &#8211; 2 Orang waria, Nancy dan Yuli, datang ke Komnas HAM ditemani 11 temannya. Jangan salah, kedatangan mereka bukan untuk mengadukan nasibnya, tapi mendaftar menjadi anggota Komnas HAM.<br />
<hr /> <a href="http://asia.geocities.com/arus_pelangi/klipingan/070105indopos_boling_waria.html"><b>Pakai Make Up Tebal, Ditutup dengan Lagu Cinta</b></a><br />
<i>Indo Pos, Jumat, 5 Januari 2007</i><br />
Kaum waria tak mau lagi diidentikkan dengan kehidupan malam yang vulgar. Beberapa waktu lalu, sejumlah perkumpulan waria tampak asyik dengan turnamen boling. Meski bercucuran keringat dan bermake up tebal, mereka tetap genit dan atraktif.</td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rezky007.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rezky007.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezky007.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezky007.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezky007.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezky007.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezky007.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezky007.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezky007.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezky007.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezky007.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezky007.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezky007.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezky007.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezky007.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezky007.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=13&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezky007.wordpress.com/2008/02/23/kliping-kliping-2007/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/638e169a150b35ff79bcb04d675a5cce?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rezky007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lampard</title>
		<link>http://rezky007.wordpress.com/2008/02/23/lampard/</link>
		<comments>http://rezky007.wordpress.com/2008/02/23/lampard/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 02:00:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezky007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezky007.wordpress.com/2008/02/23/lampard/</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah pemain favorit saya.Dia berasal dari Inggris dan bermain di klub Chelsea<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=12&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini adalah pemain favorit saya.Dia berasal dari Inggris dan bermain di klub Chelsea<br />
<a href="http://rezky007.files.wordpress.com/2008/02/lampard-7619821.jpg" title="Lampard"><img src="http://rezky007.files.wordpress.com/2008/02/lampard-7619821.thumbnail.jpg?w=460" alt="Lampard" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rezky007.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rezky007.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezky007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezky007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezky007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezky007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezky007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezky007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezky007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezky007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezky007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezky007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezky007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezky007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezky007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezky007.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=12&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezky007.wordpress.com/2008/02/23/lampard/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/638e169a150b35ff79bcb04d675a5cce?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rezky007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rezky007.files.wordpress.com/2008/02/lampard-7619821.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lampard</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>News</title>
		<link>http://rezky007.wordpress.com/2008/02/16/news/</link>
		<comments>http://rezky007.wordpress.com/2008/02/16/news/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 07:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezky007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezky007.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[PERCIKAN API, KA TERJUN KE SUNGAI 17-01-2007 17:13:32 Rabu, 17 Jan 2007, Lima Penumpang Tewas, Ratusan Luka PURWOKERTO &#8211; Seakan melengkapi tragedi di laut dan udara di awal 2007 ini, kecelakaan terjadi pada moda kereta api. Senin (15/11) sekitar pukul 23.00, satu di antara 14 gerbong Kereta Api Senja Bengawan jurusan Solo-Jakarta anjlok ke Sungai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=5&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><span style="font-size:14px;">PERCIKAN API, KA TERJUN KE SUNGAI</span></b><br />
<font color="#ff5b5b"><span style="font-size:9px;">17-01-2007 17:13:32</span> </font></p>
<p><font color="#000000"><img border="0" align="left" src="http://www.lantas.metro.polri.go.id/news/img_news.php?file=imageinformasi45adf855e5d67.jpg" style="margin:3px 8px;" /> Rabu, 17 Jan 2007,<br />
Lima Penumpang Tewas, Ratusan Luka<br />
PURWOKERTO &#8211; Seakan melengkapi tragedi di laut dan udara di awal 2007 ini, kecelakaan terjadi pada moda kereta api. Senin (15/11) sekitar pukul 23.00, satu di antara 14 gerbong Kereta Api Senja Bengawan jurusan Solo-Jakarta anjlok ke Sungai Pagar di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Akibatnya, lima penumpang KA tewas dan ratusan lainnya luka berat dan ringan.</font></p>
<p><font color="#000000">Dua korban tewas di tempat kejadian adalah Diana Evika, 3, warga Banten dan Bripka Sugianto, anggota Polresta Cirebon. Sedangkan tiga korban tewas di Rumah Sakit Islam Purwokerto adalah Sutarmi, 21, asal Klaten; Sutrisno, 48, dan Hartono, 38, keduanya asal Sragen. Ratusan korban luka dan ringan juga dirawat di rumah sakit ini, selain di Puskesmas Cilongok.</font><span id="more-5"></span></p>
<p><font color="#000000">Dari informasi yang dihimpun Radar Banyumas (Grup Jawa Pos), KA Senja Bengawan berangkat dari Solo sekitar pukul 19.00 dan sempat berhenti di Stasiun Klaten. Menurut pengakuan para penumpang yang selamat, selama perjalanan dari Solo, jalan kereta terasa sangat berat. Bahkan, KA sempat melambat saat melewati rel yang agak menanjak. &#8220;Penumpangnya penuh sekali. Saya saja terpaksa berdiri,&#8221; ujar Misdi, penumpang yang ikut membantu mengevakuasi korban luka. Bukan hanya itu. Perasaan tidak enak dirasakan para penumpang sejak berhenti di Klaten. Lampu KA sempat mati sebelum akhirnya diperbaiki. Namun, saat KA berjalan, beberapa kali lampu mati.</font></p>
<p><font color="#000000">Menurut Misdi, kereta terasa berderak-derak. Saat melewati jembatan, muncul semacam percikan api. Saat itulah empat gerbong anjlok dari badan jembatan, yang tingginya sekitar tujuh meter dari sungai.</font></p>
<p><font color="#000000">&#8220;Saya sudah merasa kalau kereta berjalan sangat berat. Karena agak takut, saya yang tadinya di gerbong empat pindah ke belakang. Eh, tidak lama kemudian keretanya jatuh,&#8221; ujar Edi Jumanto, salah seorang korban.</font></p>
<p><font color="#000000">Karena lokasi kecelakaan agak terpencil, para korban tidak segera mendapatkan pertolongan. &#8220;Lama sekali Mas baru ada yang datang ke sini. Mungkin karena sepi,&#8221; ujar seorang penumpang lain.</font></p>
<p><font color="#000000">Menurut keterangan petugas RSI Purwokerto, para korban tewas terluka parah di kepala. Selain itu, beberapa tulang di bagian tubuhnya patah.</font></p>
<p><font color="#000000">Hingga tadi malam, PT KAI belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait anjloknya KA Senja Bengawan. Ketika dihubungi Radar Banyumas (Grup Jawa Pos), PT KAI Daop V Purwokerto menyatakan bahwa penyebab kecelakaan masih berada dalam penyelidikan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang diterjunkan sejak kemarin siang.</font></p>
<p><font color="#000000">Humas PT KAI Daop V Supriyadi menyatakan, seluruh tim PT KAI masih berada di TKP membantu penyelidikan yang dilakukan KNKT. Menurut dia, banyak faktor yang diperkirakan menjadi penyebab kecelakaan yang memakan korban setidaknya 272 orang tersebut. &#8220;Bisa alam, sarana-prasarana, operasional, human error, atau gabungan secara keseluruhan,&#8221; jelasnya.</font></p>
<p><font color="#000000">Supriyadi membantah bahwa kecelakaan tersebut disebabkan muatan yang berlebihan. &#8220;Muatannya tidak banyak, jumlah penumpang di gerbong empat tidak lebih dari 100 penumpang,&#8221; tandasnya sambil membandingkan banyaknya penumpang saat angkutan Lebaran.</font></p>
<p><font color="#000000">Supriyadi menjelaskan, kereta api ekonomi seperti KA Senja Bengawan memiliki okupansi hingga 50 persen selain tiket duduk. &#8220;Jika kursinya 102, toleransinya bisa sampai 152 penumpang,&#8221; tambahnya. Menurut dia, saat kecelakaan terjadi, rel di tempat kejadian masih dalam kondisi bagus. Demikian pula kondisi keretanya.</font></p>
<p><font color="#000000">Setelah melakukan evakuasi hampir 16 jam, pukul 15.06 WIB kemarin, PT KAI Daop V menyatakan bahwa rel di lokasi kejadian sudah dapat dilewati. &#8220;Kereta api pertama yang lewat adalah Fajar Utama jurusan Pasar Senen-Jogjakarta,&#8221; ujar Supriyadi. Setelah itu, beberapa kereta bisnis dan eksekutif berturut-turut Purwojaya, Taksaka, dan Argo Lawu. Jalur dipastikan sudah mulai normal meski kecepatan kereta api masih harus dibatasi. &#8220;Sementara masih pelan,&#8221; tuturnya.</font></p>
<p><font color="#000000">Atas nama PT KAI Daop V Purwokerto, Supriyadi menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat atas kecelakaan KA Senja Bengawan. &#8220;Atas nama pribadi, saya juga minta maaf atas musibah ini, terutama bagi para korban, saya ikut berbelasungkawa,&#8221; ungkapnya.</font></p>
<p><font color="#000000">Untuk memudahkan keluarga korban yang ingin mencari informasi, PT KAI telah menyiapkan posko informasi di Stasiun Purwokerto. Selain itu, keluarga korban bisa menghubungi rumah sakit terdekat.</font></p>
<p><font color="#000000">Sempat Telantar</font></p>
<p><font color="#000000">ANJLOKNYA kereta ekonomi Senja Bengawan cukup dirasakan oleh penumpang kereta api tujuan Jakarta, dari Stasiun Balapan Solo. Kemarin pagi, puluhan penumpang kereta api yang sedianya diberangkatkan pukul 08,00 pagi dengan KA Argolawu, sempat telantar.</font></p>
<p><font color="#000000">Mereka harus rela menunggu hingga tiga jam lebih, sebelum diberangkatkan. Kereta Argolawu baru tiba di Stasiun Balapan sekitar pukul 11.10. Meski tidak ada penumpang yang membatalkan perjalanan, sempat tebersit keinginan penumpang untuk menuntut kepada pihak stasiun.</font></p>
<p><font color="#000000">&#8220;Tidak benar itu. Sejauh pengamatan saya, belum ada penumpang yang membatalkan tiket mereka. Hingga kini mereka juga tidak menuntut apa-apa,&#8221; terang Soetrisno, kepala Stasiun Balapan Solo kepada wartawan, kemarin pagi.</font></p>
<p><font color="#000000">Menurut Soetrisno, upaya yang dilakukan untuk memperlancar kembali jalur KA telah dilakukan. Caranya, memindahkan rute perjalanan yang digunakan. &#8220;Perjalanan yang menuju ke Jakarta, rutenya kami pindah lewat Bandung. Sedangkan kereta dari Jakarta menuju Solo dan Jogja, jalurnya kita pindah lewat Utara, via Tegal dan Semarang,&#8221; imbuh Soetrisno.</font></p>
<p><font color="#000000">Melalui pemindahan jalur, Soetrisno berharap kelambatan jalur kereta api rute Purwokerto dapat dikurangi. Meski konsekuensinya, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih lama.</font></p>
<p><font color="#000000">Selain jadwal keberangkatan, putusnya jalur transportasi juga memengaruhi jadwal kedatangan kereta api menuju Solo dan Jogja. &#8220;Kalau untuk keberangkatan, selain Argolawu, Fajar juga dipastikan akan molor. Sedangkan untuk kedatangan, ada 6 kereta api yang tiba di Solo dan Jogja terlambat. Yaitu, Progo, Bengawan, Senja Utama Solo dan Senja Utama Jogja, Sancaka, dan Argolawu sendiri,&#8221; bebernya.</font></p>
<p><font color="#000000">Meski demikian, Soetrisno memastikan bahwa keterlambatan ini tidak akan berlangsung lama. Dia berjanji bahwa untuk malam nanti (sejak tadi malam), jadwal kereta api dengan rute perjalanan Solo Jakarta dan sebaliknya, sudah normal kembali.</font></p>
<p><font color="#000000">&#8220;Argolawu yang tadi masuk Jakarta, akan langsung kita pakai untuk nanti malam. Sehingga, perjalanan Argolawu nanti malam (tadi malam, Red) sudah normal. Sedangkan Argo Dwipangga kami akan inapkan satu malam di Jakarta. Sehingga, untuk perjalanan besok (hari ini), Dwipangga juga sudah normal,&#8221; kata Soetrisno.</font></p>
<p><font color="#000000">Suasana berbeda terjadi di Stasiun Jebres Solo. Stasiun pemberangkatan khusus KA ekonomi &#8211;termasuk Senja Bengawan&#8211; ini sejak kemarin pagi terlihat sepi. Tak ada aktivitas yang berlebihan. Hanya segelintir penumpang yang terlihat duduk di kursi pelataran peron menunggu kadatangan kereta.</font></p>
<p><font color="#000000">Satu-satunya hal yang agak luar biasa hanyalah aktivitas di ruang kontrol keberangkatan kereta api. Di ruang kaca yang langsung menghadap deretan rel kereta api itu , Kepala Stasiun Jebres Soeyatno langsung mengambil alih kontrol jalur kereta api.</font></p>
<p><font color="#000000">Saat ditemui koran ini, dia menyatakan bahwa kecelakaan itu tidak terlalu berpengaruh pada jadwal keberangkatan kereta dari Jebres. &#8220;Kereta yang berangkat dari sini menuju Jakarta semua berangkat sore. Jadi, tak berpengaruh. Anda bisa lihat sendiri, tidak ada apa-apa disini,&#8221; katanya.</font></p>
<p><font color="#000000">Sedikit pengaruh hanyalah molornya jadwal kedatangan kereta api dari Jakarta menuju arah timur. Dia menerangkan, kereta bakal terlambat lebih tiga jam dari jadwal normal, jika jalurnya dialihkan. Itu terjadi karena kereta dari Jakarta menuju Solo, harus memutar lewat Semarang terlebih dahulu.</font></p>
<p><font color="#000000">&#8220;Itu kalau kereta belum sempat melintasi Stasiun Cirebon. Sebab, kalau sudah melintas, kereta harus mundur kembali ke Cirebon dan beralih ke jalur utara,&#8221; terangnya.</font></p>
<p><font color="#000000">Soal data korban kecelakaan, Suyatno agak kesulitan mengonfirmasi pusat pengendali operasi kereta api di Bandung. Dia juga mengaku sulit menghubungi Stasiun Banyumas, lantaran sibuknya jalur komunikasi. &#8220;Wajar kalau sibuk, semua. Kan, semua telepon ke sana untuk konfirmasi. Nanti kalau saya &gt;nyelo-nyelo&lt; mereka malah marah,&#8221; lanjutnya.(tim jpnn)</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rezky007.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rezky007.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezky007.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezky007.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezky007.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezky007.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezky007.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezky007.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezky007.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezky007.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezky007.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezky007.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezky007.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezky007.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezky007.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezky007.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=5&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezky007.wordpress.com/2008/02/16/news/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/638e169a150b35ff79bcb04d675a5cce?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rezky007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.lantas.metro.polri.go.id/news/img_news.php?file=imageinformasi45adf855e5d67.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://rezky007.wordpress.com/2008/01/26/Halo-Dunia/</link>
		<comments>http://rezky007.wordpress.com/2008/01/26/Halo-Dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 03:09:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rezky007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=1&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rezky007.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rezky007.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rezky007.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rezky007.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rezky007.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rezky007.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rezky007.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rezky007.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rezky007.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rezky007.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rezky007.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rezky007.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rezky007.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rezky007.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rezky007.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rezky007.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rezky007.wordpress.com&amp;blog=2621258&amp;post=1&amp;subd=rezky007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezky007.wordpress.com/2008/01/26/Halo-Dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/638e169a150b35ff79bcb04d675a5cce?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rezky007</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
